Sejak tahun 1990, saya sudah mengalami sulit tidur di jam-jam normal tidur malam. Entah apakah ini termasuk penyakit sulit tidur yang biasa disebut Insomnia, atau bukan.
Suatu ketika, kebiasaan ini tidak menjadi masalah tapi suatu ketika pula menjadi masalah serius. Seperti yang kita ketahui bahwa jam tidur normal rata-rata untuk orang dewasa adalah 6-7 jam. Ada juga opini yang mengatakan bahwa meskipun tidur hanya 10 menit jika tidurnya berkualitas, setara dengan tidur normal.
Satu hal yang saya pahami tentang tidur adalah, proses mekanisme tubuh untuk recovery sel-sel tubuh yang aus/rusak. Tidak heran jika tidur kita nyenyak, maka saat bangun tidur, badan terasa segar dan relax.
Untuk kondisi tertentu, memang suatu nilai tambah saat tubuh kita mampu terjaga selama 24 jam, tapi menjadi siksaan saat kita tidak membutuhkan terjaga 24 jam, mata sulit sekali terpejam.
Banyak sekali penyebab sulit tidur, mulai dari pikiran yang terlalu tegang, sampai pola hidup yang tidak teratur.
Dulu rata-rata waktu tidur saya selalu diatas jam 3 pagi dan bangun biasanya jam 10-11 siang. Saat itu sangat bermanfaat bagi saya, karena kebutuhan pekerjaan saya dibutuhkan mulai jam 12 siang hingga malam hari, terkadang 24 jam.
Menjadi bumerang manakala, satu bulan ini, pekerjaan saya menuntut saya mesti bekerja di jam normal (jam 08.00 hingga jam 17.00). Berbagai hal saya lakukan, mulai mengkonsumsi makanan sehat hingga rajin melakukan terapi sesuai dengan anjuran dokter saya (mengigat obat-obatan medis sudah ga mempan lagi, dosisnya selalu nambah)
Pertimbangan dokter saya adalah, pola jam tidur saya sebagian besar disebabkan oleh ritme jam tubuh saya, yang terbiasa tidur diatas jam 3 pagi.
Semua terapi saya lakukan mulai dari pijat reflexy, terapi aroma bahkan yang terakhir adalah tusuk jarum akupuntur.
Saya agak tertolong dengan terapi akupuntur (padahal yang namanya jarum, saya tuh serem sekali liatnya). "Badan kok di coblosi jarum, apa ga sakit ya?" demikian pikir saya waktu itu. Tapi nyatanya, ga sesakit yang seperti saya bayangkan. Yang saya rasakan rasa pegal sekali ditempat yang dipasang jarum akupuntur, tapi anehnya rasa pegal tersebut lama-lama menjadi nyaman.
Dari semua yang saya alami, akhirnya saya memperoleh kesimpulan untuk diri saya sendiri, sesungguhnya kesehatan itu penting sekali. Mahal kalo pas kita sakit, tapi kadang kita ga menghargai kebutuhan sehat badan, saat kita merasa sehat.
Contohnya ya itu tadi, "Untuk tidur nyenyak aja koq mahal?" bukankah tidur adalah anugerah dari Sang Maha Pencipta yang diberikan ke kita secara GRATIS?
Memang manusia itu tercipta dengan penuh keluh kesah.
Minggu, 30 Maret 2008
Insomnia
Jumat, 28 Maret 2008
Ilmu Kaya
15 tahun yang lalu saat saya sedang getol-getolnya mencari ilmu "sejati" :)(weleh bahasanya kelas berat, kayak kiayi/ajengan aja) saya sering tergelitik untuk menanyakan ke guru ngaji saya (tapi lebih tepatnya saya anggep bapak angkat saya), saya bertanya, "Ada gak "Ilmu Kaya" pak"?
Saya cukup terkejut dengan jawaban beliau,"Mau Kaya? ya kerja terus kalo gajian ditabung. Dapat 10 rupiah ya ditabung yang 5 rupiah, baru sisanya yang 5 rupiah dibelanjakan. Terus jangan lupa berdoa agar diberi kemudahan mencari rejeki yang halal"
Beliau memang sudah sepuh, waktu itu sekitar usia 60 th an (sayang sekarang beliau sudah kembali ke Yang Maha Kuasa..hikss..) dan waktu itu saya gak begitu "ngeh" maksud beliau. Karena waktu itu yang dibenak saya, ingin kaya secepatnya. Pikiran saya waktu itu, kalo harus nabung 5 rupiah kapan kayanya? sedangkan kebutuhan biaya hidup terus-terusan naik nilainya. Boro-boro nabung.
Suatu ketika, 2 tahun yang lalu saya mengikuti Multi Level Marketing (MLM) dibidang kesehatan herbal (padahal saya waktu itu anti MLM, saya ikut bukan karena iming-iming bonusnya, tapi lebih karena manfaat produknya mengingat waktu itu saya terkena "Insomnia" kelas berat dan setelah mengkonsumsi produknya agak mendingan); saya mulai rajin melihat brosur tentang produknya. Dan seperti biasa disetiap member MLM akan memperoleh brosur/VCD tentang motivasi, nah disini mulainya; saya melihat vcd "Life Revolution" yang di bawakan oleh Tung Desem Waringin, saya kaget bukan kepalang ketika pak Tung, menyebut, "Bahwa untuk hidup kaya, kita harus pandai mengatur keuangan kita. Jangan pernah kredit untuk konsumtif, contohnya jika ingin punya mobil, pake bunga deposito dari uang yang kita simpan di Bank, dstnya". Beliau mengurai satu persatu hitung-hitungannya. Saya respect mendengarnya, karena topik yang dibawakannya demikian mudah dicerna dan pak Tung itu lucu serta ekspresif, dan satu hal yang menarik bahwa ungkapan itu bukan sembarangan ungkapan, itu merupaka hasil belajar pak Tung ke ahlinya Anthony Robin, ahli motivasi dan sekaligus milyader dunia yang sukses. Bahkan kata pak Tung, untuk belajar sekali pertemuan sekitar US$ 5000. gila kalo untuk ukuran manusia normal.
nah kita saya renung kembali, ternyata benar apa kata guru ngaji saya dulu, Ilmu kaya adalah "Menabung". Saya sempat sedih sebenarnya, kenapa ga dari dulu saya ga nuruti apa kata guru saya. Malah waktu itu saya sering berolok-olok dengan temen ngaji saya, "gmana ya ciptain ilmu kaya? duduk manis, terus uang berdatangan dengan sendirinya"
Sesungguhnya orang tua kita, sesepuh kita sangat kaya dengan visi yang tajam. Dulu ketika masih kecil sering kita diceramahi oleh orang tua kita, "Nak, sekolah yang rajin biaar jadi orang pintar dan berguna" Tapi apa respon kita? ya lebih banyak cueknya daripada ngikutin orang tua kita.
Nah, sekarang giliran kit sudah mulai dewasa dan tua, baru sadar bahwa orang tua kita adalah BENAR! kenapa dulu saya ga rajin belajar dstnya.
Ah..seandainya waktu bisa kembali ke jaman dulu.
Kamis, 27 Maret 2008
The Secrets
Saya adalah penggemar berat nonton film; baik produksi negeri sendiri maupun produksi Hollywood, baik dalam bentuk format layar lebar maupun dalam bentuk VCD/DVD. Seharian saya bisa menghabiskan nonton film hingga 10 judul film durasi 2 jam an.
Ciri khas utama tema film yang saya tonton adalah fun dan ada pesan positif didalamnya. Mulai dari action hingga drama yang berat. Seri Ilmu pengetahuan pun juga saya tonton.
Nah suatu ketika saya memperoleh informasi dari temen, bahwa DVD dengan judul "The Secrets" bagus banget isinya.
Setelah nonton DVD tersebut, saya menjadi yakin bahwa modal dasar hidup adalah mental positif.
Sejak tahun 1990 saya sudah mulai menggali dan mencari tahu makna hidup itu apa sebenarnya?. Berbagai ujian, jatuh bangun dan cobaan hidup, saya alami waktu itu, satu demi satu saya mampu melewatinya meskipun terkadang harus dengan "ngos-ngos an" tapi alhamdulillah saya bisa "survive".
Makna dari "Sesungguhnya di setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan" saya merasai betul.
Nah, yang bikin kaget ternyata hal itu diulas secara tuntas di film "the secrets" dengan pendekatan ilmiah dan logis. Tidak memandang batasan agama, semua diulas dalam dimensi universe. Luar biasa menurutku.
Kesimpulan yang saya dapat, untuk menyelesaikan persoalan hidup di dunia ini syarat mutlak adalah "mental positif / berprasangka baik".
Senin, 24 Maret 2008
Jaman Susah
Saking susahnya nge-gambarin susahnya jaman, nulis di blog pun jadi sulit. :)
Apa-apa serba mahal, mulai dari harga minyak dunia ampe ...bahkan tempe aja mahal...wuihh..
Tapi anehnya..justru yang mahal-mahal malah dicari orang, ngantri pula.
Kemarin ane baca di tabloid otomotif, yang bikin ane geleng-geleng adalah ada kendaraan sedan import baru seharga 1,8 milyar rupiah terjual habis bahkan harus antri untuk membelinya...ampunn...(tapi ane geli juga baca komentar penulisnya tentang harga mobil, "Duit semua tuh?")
Jika semua harga-harga merangkak naik, gmana ngaturnya roda hidup harian kite? jadi serba susah.
Kemarin ane sempet sedih, liat acara reality show di sebuah stasiun TV, nge-gambarin cerita kehidupan seorang lelaki yang menghidupi keluarganya dengan mencari lindung (belut) di empang, udah gitu cari nyarinya dengan mancing. Seharian cuman dapet beberapa ekor lindung, trus udah gitu hasil mancing belut hari itu hanya cukup untuk membeli..singkong mentah...karena sisa duitnya harus dibagi-bagi untuk mbayar kebutuhan keluarganya.
Kebayang siy, apa-apa serba mahal, termasuk bayar sekolah yang katanya gratis, tapi kenyataannya beli buku ini, foto kopi lembar itu, iuran kegiatan ono...semua serba butuh duit.
Tapi ane percaya, bahwa "DI SETIAP KESULITAN PASTI ADA KEMUDAHAN". Hanya tinggal gimana kita menyikapinya.
Mo cuek?..ya..ane ga bisa komentar..
Mo pasrah?....ya sok..mangga atuh...
Mo 'fight' mengatasi kesulitan hidup?...great..
Ane suka pilihan terakhir, ga mo nyerah ama kesulitan..karena pasti akan ada kemudahan.
