Minggu, 30 Maret 2008

Insomnia

Sejak tahun 1990, saya sudah mengalami sulit tidur di jam-jam normal tidur malam. Entah apakah ini termasuk penyakit sulit tidur yang biasa disebut Insomnia, atau bukan.

Suatu ketika, kebiasaan ini tidak menjadi masalah tapi suatu ketika pula menjadi masalah serius. Seperti yang kita ketahui bahwa jam tidur normal rata-rata untuk orang dewasa adalah 6-7 jam. Ada juga opini yang mengatakan bahwa meskipun tidur hanya 10 menit jika tidurnya berkualitas, setara dengan tidur normal.

Satu hal yang saya pahami tentang tidur adalah, proses mekanisme tubuh untuk recovery sel-sel tubuh yang aus/rusak. Tidak heran jika tidur kita nyenyak, maka saat bangun tidur, badan terasa segar dan relax.

Untuk kondisi tertentu, memang suatu nilai tambah saat tubuh kita mampu terjaga selama 24 jam, tapi menjadi siksaan saat kita tidak membutuhkan terjaga 24 jam, mata sulit sekali terpejam.

Banyak sekali penyebab sulit tidur, mulai dari pikiran yang terlalu tegang, sampai pola hidup yang tidak teratur.

Dulu rata-rata waktu tidur saya selalu diatas jam 3 pagi dan bangun biasanya jam 10-11 siang. Saat itu sangat bermanfaat bagi saya, karena kebutuhan pekerjaan saya dibutuhkan mulai jam 12 siang hingga malam hari, terkadang 24 jam.

Menjadi bumerang manakala, satu bulan ini, pekerjaan saya menuntut saya mesti bekerja di jam normal (jam 08.00 hingga jam 17.00). Berbagai hal saya lakukan, mulai mengkonsumsi makanan sehat hingga rajin melakukan terapi sesuai dengan anjuran dokter saya (mengigat obat-obatan medis sudah ga mempan lagi, dosisnya selalu nambah)

Pertimbangan dokter saya adalah, pola jam tidur saya sebagian besar disebabkan oleh ritme jam tubuh saya, yang terbiasa tidur diatas jam 3 pagi.
Semua terapi saya lakukan mulai dari pijat reflexy, terapi aroma bahkan yang terakhir adalah tusuk jarum akupuntur.

Saya agak tertolong dengan terapi akupuntur (padahal yang namanya jarum, saya tuh serem sekali liatnya). "Badan kok di coblosi jarum, apa ga sakit ya?" demikian pikir saya waktu itu. Tapi nyatanya, ga sesakit yang seperti saya bayangkan. Yang saya rasakan rasa pegal sekali ditempat yang dipasang jarum akupuntur, tapi anehnya rasa pegal tersebut lama-lama menjadi nyaman.

Dari semua yang saya alami, akhirnya saya memperoleh kesimpulan untuk diri saya sendiri, sesungguhnya kesehatan itu penting sekali. Mahal kalo pas kita sakit, tapi kadang kita ga menghargai kebutuhan sehat badan, saat kita merasa sehat.

Contohnya ya itu tadi, "Untuk tidur nyenyak aja koq mahal?" bukankah tidur adalah anugerah dari Sang Maha Pencipta yang diberikan ke kita secara GRATIS?
Memang manusia itu tercipta dengan penuh keluh kesah.

0 komentar: